Coinbase menerbitkan pandangannya tentang kesiapan Bitcoin menghadapi kemungkinan komputasi kuantum yang kelak mampu melemahkan kriptografi saat ini. Tulisan bertanggal 13 Oktober 2026 itu mengajak pengembang dan peneliti mulai membahas migrasi lebih awal, karena perubahan konsensus Bitcoin dan perpindahan dana pengguna dapat memerlukan waktu panjang. Coinbase menyebut prosesnya rumit dan multi-tahun.
Tulisan tersebut merupakan perspektif perusahaan untuk diskusi terbuka, bukan rancangan final atau keputusan komunitas Bitcoin. Coinbase menyoroti beberapa kebutuhan: skema tanda tangan yang lebih tahan kuantum, ukuran transaksi yang tetap sesuai keterbatasan ruang blok, validasi yang dapat dijalankan node independen, serta dukungan untuk dompet dan kustodian.
Coinbase juga membahas rancangan bertahap yang dapat menggabungkan jalur tanda tangan lama dengan opsi baru saat masa transisi. Namun, belum ada satu desain yang diputuskan. Penanganan koin lama yang tidak dapat dipindahkan menjadi persoalan tata kelola dan teknis tersendiri, bukan perubahan yang diumumkan dalam tulisan itu.
Repositori Bitcoin Improvement Proposals mencatat BIP 360 berstatus draf. Usulan P2MR menghilangkan jalur belanja kunci langsung pada keluaran Taproot, dengan tujuan mengurangi paparan kunci jangka panjang. Dokumen itu juga menyatakan perlindungan terhadap paparan singkat ketika transaksi menunggu konfirmasi memerlukan tanda tangan pascakuantum tersendiri. Jadi, BIP 360 bukan bukti bahwa Bitcoin telah mengadopsi tanda tangan baru.
Kabar ini membahas persiapan teknis jangka panjang. Coinbase tidak menyatakan bahwa komputer kuantum saat ini dapat membobol dompet Bitcoin, dan tulisannya tidak menetapkan tenggat migrasi bagi pengguna.
Rujukan teknis: status dan ringkasan BIP 360 di repositori Bitcoin.
Sumber: Working Together on Bitcoin’s Post-Quantum Readiness. Tanggal sumber: 2026-10-13. Dirangkum 2026-10-15.





